Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Sebuah Percakapan Singkat Tentang Hati

"Minggu lalu di kelasku pak dosen meminta kami untuk menggambar sesuatu yang menggambarkan kondisi hati saat ini," ujar salah satu gadis berkerudung merah jambu membuka pembicaraan dengan bersemangat sambil mengeluarkan sebuah buku tulis dari dalam tasnya. Dua gadis lain menatapnya dengan seksama. "Lalu apa yang kamu gambar?" tanya gadis berkerudung biru yang duduk tepat di hadapannya. "Kotak! Kotak kosong yang tak berisi," digoreskannya pensil di permukaan kertas dan terbentuklah sebuah kotak terbuka tanpa apa-apa di dalamnya. Meski tak seimbang, cukuplah gambar itu disebut sebuah kotak. "Seperti inilah hatiku saat ini, kosong tak berisi. Kalau kamu? Coba gambarkan isi hatimu," ujarnya enteng sambil menyodorkan buku ke gadis berkerudung biru. "Hatiku sekarang seperti ini," jawabnya sambil menggambar sebuah hati yang terikat tali dan di ujungnya tersambung dengan sebuah balon. "Hatiku saat ini sedang terbang bersama balon, ...

Luka Lama

Luka lama Biar saja lukanya menganga Sebentar lagi juga sembuh Mungkin satu purnama Dua purnama atau puluhan purnama Atau bisa jadi sampai ribuan purnama Aku tak peduli Pasti akan sembuh Dibasuh hujan, ditiup angin, dibelai hangat mentari Aku tak peduli

Berteduh sambil Nostalgia Sejenak di Toko Oen Malang

Tanggal 4 Maret 2016 kemarin saya dan Mas Fuad berkeliling di Alun-alun Kota Malang untuk mencari bahan artikel di trevelsia.com. Kami akhirnya bertemu sekitar jam 10 setelah ngaret satu jam dari perjanjian awal. Biar cepat selesai, kami pun membagi wilayah peburuan menjadi dua bagian. Saya hunting foto dan bahan di bagian Selatan taman sedangkan Mas Fuad di bagian Utara. Setelah bahan yang terkumpul sudah dirasa cukup untuk bahan artikel baru, kami berdua bertemu kembali di titik tengah taman. Cuaca yang awalnya panas tiba-tiba mendung setelah kami selesai berburu foto dari berbagai sudut. Berhubung hari itu adalah hari Jum'at, Mas Fuad terpaksa meninggalkan saya sendirian untuk Jum'atan. Kami pun berpisah pukul 11.30. Nggak lama setelah Mas Fuad berlalu, saya juga memutuskan untuk meninggalkan Alun-Alun Kota Malang menuju kawasan Tugu. Tapi tak disangka tak dinyana, hujan seketika turun dengan derasnya bahkan sebelum saya sampai di parkiran motor. Alhasil langsung be...

#tikabebikinan : Double Chocolate Chip Blend on Lazy Sunday

Wohoo, finally it's Sunday (not Sunny Day)! Hari Minggu begini semua anggota keluarga biasanya kumpul di rumah meski cuma sekedar leyeh-leyeh di depan TV tapi rasanya garing deh kalo nggak ada sesuatu yang bisa dimasukin ke mulut (cemilan atau minuman gitu maksudnya). Setelah obrak-abrik dapur selama beberapa menit, foila! Akhirnya menemukan beberapa bahan yang bisa dicampur dan dipake buat bebikinan sesuatu. Berhubung hari ini nggak dingin-dingin amat, jadilah bikin percobaan berbentuk minuman cokelat yang ku-be-ri-na-ma Double Chocolate Chip Blend. Bahan dan cara bikinnya nggak sulit kok. Bahan : 3 sdm cokelat bubuk, aku pake merk windmolen (kata mama sih cokelat merk ini lumayan enak) 1 sachet susu kental manis, larutkan dalam segelas air (airnya nggak usah banyak-banyak biar susunya kerasa) Choco chips Es batu Cokelat block diserut (jangan dimasukin utuh-utuh --") Gula beberapa sendok (maaf gulanya belum sempet dimake-up jadi nggak ikutan foto) C...

Pria Bahu Lebar

Hey kamu! Iya kamu, pria berbahu lebar! Bolehkah pinjam bahumu sebentar? Tak lama, sepuluh menit saja Atau jika tak suka, beri aku semenit saja Pinjamkan agar aku bisa bersandar Mungkin si bahu lebar bisa tenangkan hati yang getar Atau malah buat jantung berdebar Wahai bahu lebar, pemilik jiwa tegar Pinjamkan bahumu sebentar Ku butuh tempat bersandar Sembuhkan hati yang nanar Jadikan dia berbinar dari yang sedang berdebar karena si bahu lebar Malang, 03 Februari 2016

Enyah!

Pergi saja Enyah, enyahlah! Hilang dengan sempurna dalam gulita Tenggelam bersama temaram Hapus kepingan memoar hingga tak tersisa Aku akan menoleh sesekali Bukan untuk kembali Tapi agar sadari Kau tak pantas dinanti Bersama secangkir cokelat hangat di pagi hari Malang, 29 Januari 2016

Sepasang Mata

Sepasang mata itu masih sama Masih sepasang mata yang menatap dia lekat-lekat ribuan hari lalu Sepasang mata itu masih sama Masih sepasang mata yang nyaris tak berkedip ketika menangkap sekelebat bayangan dia Sepasang mata itu masih sama Masih sepasang mata yang mengendap-endap menatap dalam diam Sepasang mata itu masih sama Masih sepasang mata yang malu-malu ketika tatapan diam-diamnya tertangkap manik mata Sepasang mata itu masih sama Masih sepasang mata yang diam-diam berjaga di antara celah sempit daun pintu Sepasang mata itu masih sama Masih sepasang mata yang berbinar ketika tatapan matanya dan dia saling beradu Sepasang mata itu masih sama Masih sepasang mata yang meletup-letup ketika menangkap seutas senyum bibir dia Sepasang mata itu masih sama Masih sepasang mata yang nanar saat manik mata dia bercumbu dengan yang lain Sepasang mata itu masih sama Masih sepasang mata yang berkaca-kaca ketika bayang dia tak lagi dalam jangkau Se...

Welcome, Stalker!

Hallo selamat pagi, baju kuning menarik hati! Akhirnya pindah rumah lagi untuk yang kesekian kali. Well, I hope this is the last time. I just wanna say hello and welcome to my new blog, Tika's foot prints, keping-keping memoar yang ingin disatukan kembali meski sudah tak sempurna lagi. Semoga kali ini bisa jauh lebih giat menulis dan berbagi. Terima kasi h sudah sudi tersesat disini. Jangan lupa kepo dengan Bismillah. Happy reading!