"Minggu lalu di kelasku pak dosen meminta kami untuk menggambar sesuatu yang menggambarkan kondisi hati saat ini," ujar salah satu gadis berkerudung merah jambu membuka pembicaraan dengan bersemangat sambil mengeluarkan sebuah buku tulis dari dalam tasnya. Dua gadis lain menatapnya dengan seksama.
"Lalu apa yang kamu gambar?" tanya gadis berkerudung biru yang duduk tepat di hadapannya.
"Kotak! Kotak kosong yang tak berisi," digoreskannya pensil di permukaan kertas dan terbentuklah sebuah kotak terbuka tanpa apa-apa di dalamnya. Meski tak seimbang, cukuplah gambar itu disebut sebuah kotak.
"Seperti inilah hatiku saat ini, kosong tak berisi. Kalau kamu? Coba gambarkan isi hatimu," ujarnya enteng sambil menyodorkan buku ke gadis berkerudung biru.
"Hatiku sekarang seperti ini," jawabnya sambil menggambar sebuah hati yang terikat tali dan di ujungnya tersambung dengan sebuah balon.
"Hatiku saat ini sedang terbang bersama balon, bebas kemana saja tak tentu arah," lanjutnya lagi, sebuah senyum tipis tergambar di bibirnya.
"Tapi nanti kan balonnya bisa meletus," celetuk gadis berambut panjang yang sedari tadi hanya diam.
"Ya, tentu! Suatu saat balonnya akan meletus dan hatiku akan jatuh pada seseorang yang tepat. Jodohku!" ketiganya kemudian tenggelam dalam pikiran masing-masing sembari menyeruput segelas green tea dan pesanan yang tak kunjung datang.
"Lalu apa yang kamu gambar?" tanya gadis berkerudung biru yang duduk tepat di hadapannya.
"Kotak! Kotak kosong yang tak berisi," digoreskannya pensil di permukaan kertas dan terbentuklah sebuah kotak terbuka tanpa apa-apa di dalamnya. Meski tak seimbang, cukuplah gambar itu disebut sebuah kotak.
"Seperti inilah hatiku saat ini, kosong tak berisi. Kalau kamu? Coba gambarkan isi hatimu," ujarnya enteng sambil menyodorkan buku ke gadis berkerudung biru.
"Hatiku sekarang seperti ini," jawabnya sambil menggambar sebuah hati yang terikat tali dan di ujungnya tersambung dengan sebuah balon.
"Hatiku saat ini sedang terbang bersama balon, bebas kemana saja tak tentu arah," lanjutnya lagi, sebuah senyum tipis tergambar di bibirnya.
"Tapi nanti kan balonnya bisa meletus," celetuk gadis berambut panjang yang sedari tadi hanya diam.
"Ya, tentu! Suatu saat balonnya akan meletus dan hatiku akan jatuh pada seseorang yang tepat. Jodohku!" ketiganya kemudian tenggelam dalam pikiran masing-masing sembari menyeruput segelas green tea dan pesanan yang tak kunjung datang.

Komentar
Posting Komentar